WAWASAN
kecantikan-kol

Influencer Marketing: Bagaimana Melakukannya?

Willabelle Ong, seorang influencer ternama dari Singapura, memiliki 2,1 juta views di video unboxing Channel No.5 Advent Calendar-nya. Sementara itu, di Tiongkok, Li Jiaqi, seorang online live streamer langsung populer dengan rata-rata jutaan penonton di setiap sesi live streaming-nya, dan berhasil menjual barang senilai 600 juta USD dalam 6 jam. Di Indonesia, terdapat 1,54 juta video pendek buatan pengguna untuk campaign Philips Home Appliance dengan memanfaatkan TikTok dan content creator-nya.  

Menurut Influencer Marketing Hub, industri influencer marketing akan tumbuh menjadi sekitar $16,4 Miliar pada tahun 2022. Lebih dari 75%, marketer mengakui bahwa mereka berniat mendedikasikan sebagian anggaran untuk influencer marketing. Influencer Marketing sangat menguntungkan untuk meningkatkan brand awareness, mengurangi waktu pertimbangan bagi pembeli, dan mendorong penjualan. Namun, untuk dapat melakukannya dengan benar memerlukan banyak penelitian, negosiasi, kreativitas, pengelolahanproject crisis. Dengan pengalaman bertahun-tahun bekerja bersama ratusan content creator di seluruh Asia Tenggara dalam berbagai kampanye, kami akan mengungkapkan rahasia kami dalam membuat influencer marketing campaign yang sukses! 

Influencer Marketing: Apakah Semakin Terkenal, Semakin Baik?  

Industri influencer marketing biasanya membagi influencer menjadi empat kategori: Mega Influencer, Makro Influencer, Mikro-influencer, dan Nano Influencer. Mega influencer biasanya adalah selebriti dengan lebih dari 1 juta pengikut. Makro influencer biasanya adalah individu dengan basis pengikut yang besar mulai dari 100k-1M pengikut. Di sisi lain, influencer mikro dan nano memiliki jumlah pengikut yang lebih kecil dengan mikro-influencer mulai dari 10k-100k dan influencer nano memiliki kurang dari 10k pengikut.   

Namun, terkadang, mikro-influencer dengan pengikut yang lebih sedikit dapat memberikan hasil lebih baik untuk perusahaan dan merk. Hal ini terjadi karena mereka dapat menghasilkan lebih banyak klik, engagement, dan lebih mampu menarik dengan pengikut mereka yang memang sudah spesifik sehingga menghasilkan ROI yang lebih tinggi. Di sisi lain, engagement seringkali tidak terlalu tinggi untuk influencer yang memiliki banyak pengikut.  

Jadi, setiap kali Anda merencanakan influencer marketing, selalu tanyakan hal ini terlebih dahulu: 

“Apa yang ingin Anda capai dari campaign ini?” 

Jika Anda adalah brand baru dan membutuhkan brand awareness yang besar, memanfaatkan mega dan makro influencer adalah pilihan terbaik untuk menarik lebih banyak audiences. Namun, jika tujuan Anda adalah membangun kepercayaan atau mendorong penjualan, memanfaatkan influencer mikro dan nano seringkali lebih berhasil karena mereka mendorong lebih banyak engagement.  

 

Tips & Trik Merekrut KOL

Sekarang setelah Anda mengetahui tujuan campaign, saatnya untuk menelusuri dan memilih KOL yang tepat agar sesuai dengan campaign Anda. Berikut adalah 5 tips dan trik yang dapat Anda gunakan untuk memilih KOL yang tepat:  

 

1. Rancang campaign Anda   

Setelah mengetahui tujuan Anda, hal berikutnya yang harus Anda putuskan adalah:  

Platform apa yang Anda pilih?  

Tidak semua platform memiliki KOL yang sama yang sesuai dengan kriteria kampanye Anda. KOL mungkin sangat populer di TikTok tetapi tidak berdampak banyak pada platform lain seperti Instagram atau YouTube. Setiap platform juga memiliki target audiens yang berbeda. Jika target audiens Anda sebagian besar adalah Milenial dan Gen-Z, TikTok mungkin merupakan platform yang tepat untuk Anda. Namun, jika sebagian besar audiens target Anda adalah pria, YouTube mungkin lebih baik karena platform tersebut memiliki lebih banyak penonton pria daripada wanita.  

Jenis konten apa yang sesuai dengan kampanye Anda?   

Ada banyak konten yang dapat Anda buat bersama dengan KOL pilihan Anda, tetapi sebelum itu, Anda harus memutuskan apa jenis konten yang sesuai dengan kampanye Anda. Apakah video pendek, foto produk, atau video berdurasi panjang? Apakah Anda ingin content creator membuat konten yang laris dengan Call to Actuion dan brand yang muncul di sepanjang video? Atau Anda ingin content creator Anda melakukan lebih banyak konten soft-selling dengan memasukkan produk Anda ke dalam konten harian mereka?  

 

2. Persiapkan Konsep Kreatif 

Sekarang Anda sudah mengetahui garis besar campaign Anda, langkah selanjutnya adalah membuat konsep kreatif yang akan menjadi acuan bagi influencer Anda untuk membuat konten untuk campaign Anda. Memang, biasanya influencer akan berbagi ide mengenai bagaimana mereka akan memasukkan brand Anda ke dalam konten mereka tetapi dari pengalaman kami, memiliki dan menyiapkan konsep kreatif sendiri lebih baik. Kami mengatakan ini karena Andalah yang paling mengetahui produk Anda. Dengan cara ini Anda juga dapat memberikan arahan yang jelas kepada influencer untuk mengerjakan konten mereka. Memiliki konsep kreatif juga membantu Anda menyaring KOL yang perlu Anda pilih untuk campaign Anda.

 

3. Melakukan Riset  

Sekarang Anda sudah memiliki desain campaign dan konsep kreatif. Anda dapat mulai memilih beberapa influencer untuk campaign Anda. Langkah Anda selanjutnya adalah memeriksa latar belakang dan riwayat kandidat influencer Anda. Sesederhana memeriksa media sosial mereka dan googling nama mereka. Dengan melakukan riset, Anda akan mengetahui apakah persona influencer cocok dengan brand Anda, apakah mereka bekerja dengan brand pesaing, atau apakah mereka memiliki masalah yang dapat berdampak negatif untuk brand Anda.   

Kami biasanya memulai dengan pencarian sederhana dari google untuk memahami latar belakang influencer. Kami tidak ingin mereka memiliki reputasi buruk atau terlibat dalam situasi yang dapat berubah menjadi mimpi buruk PR.  

Kemudian, kami akan melihat konten mereka untuk melihat brand apa saja yang telah bekerja sama dengan mereka. Beberapa merek menghindari bekerja dengan KOL yang baru saja bekerja dengan pesaing. Menganalisa feed akun social media influencer juga akan memberi kita sekilas gambaran tentang kepribadian mereka yang dapat kita gunakan untuk menilai apakah mereka cocok untuk suatu brand. 

Kami juga menggunakan alat analitik seperti Social Blade untuk membantu kami mendapatkan infomasi yang lebih mendalam tentang influencer seperti enggagement rate, views, demografi, dll., yang mungkin tidak dapat diberikan oleh influencer secara langsung. Selain itu, tidak semua data tersebut ditampilkan di profil mereka, tetapi sebagai marketer dan brand manager, kami memerlukan data tersebut untuk merencanakan campaign serta menetapkan KPI.

 

4. Sesuaikan Anggaran 

Harga influencer bervariasi satu sama lain, meskipun mereka mungkin memiliki jumlah pengikut yang sama. Terkadang, jumlah pengikut yang lebih sedikit tidak menjamin harga yang lebih murah. Ini karena mereka memiliki nilai jual unik lainnya seperti enggagement rate yang lebih tinggi atau tingkat penjualan yang lebih tinggi. Anda harus siap menyesuaikan budget yang telah Anda tentukan sebelumnya.  

 

5. Kontrak yang Baik Adalah Suatu Keharusan 

Sebelum mulai bekerja dengan KOL, kami biasanya menyusun kontrak sebaik mungkin yang menguntungkan kedua belah pihak. Pastikan Anda mendiskusikan secara menyeluruh ruang lingkup pekerjaan yang Anda inginkan dan mencantumkannya di dalam kontrak. Selain ruang lingkup pekerjaan, timeline, tanggal pelaksanaan, berapa lama postingan akan dimunculkan di akun, hak komersial, hak IP, dan syarat pembayaran juga harus dimasukkan dalam kontrak untuk menghindari kesalahpahaman.   

Mungkin ada situasi di mana beberapa KOL mikro dan nano akan memiliki sedikit wawasan tentang pentingnya kontrak. Pastikan untuk menyediakan 30-50 menit pertemuan online untuk membahas kontrak kerja ini dengan KOL Anda jika diperlukan.  

 

TikTok Memenangkan Hati Orang Indonesia Dengan Influencer Marketing Campaign 

Di tahun 2018 silam, ketika TikTok masih menjadi aplikasi baru di Indonesia, mereka menghadapi tantangan dari serangkaian reaksi publik mengenai citra mereka, sehingga perlu memikat generasi milenial dan meningkatkan citranya. Mereka lalu mendatangi kami, Nanyang Bridge Media karena keahlian kami dalam influencer marketing.  

Bekerja dengan ratusan influencer dan content creator, kami datang dengan solusi khusus untuk marketing campaign yang terintegrasi, menggabungkan serangkaian challenge online dan event offline berskala besar untuk mempromosikan semangat Asian Games, melayani generasi muda. Pemenang online challenge di Asia Tenggara akan diundang ke ASIAN Games sebagai tamu istimewa untuk merasakan antusiasme dari penyelenggara, atlet, hingga sukarelawan di ASIAN Games.  

Solusi dari integrated marketing kami meraih sukses besar dan berhasil meraih angka-angka berikut: 

  • 200k video submissions
  • 194,8 juta views 
  • 10 juta engagement
  • Menjadi 3 topik teratas terkait Asian Games selama 3 minggu berturut-turut 

 

Kesulitan menemukan strategi influencer marketing yang tepat untuk campaign Anda berikutnya? Berkolaborasilah dengan kami!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klien dan Mitra kami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *